My Playlist


Get a playlist <foo

Monday, May 18, 2009

It's Me and You


Pertama aku mengenalnya, kita masih sama- sama memakai baju seragam putih merah. Kita masih begitu lugu, asyik dengan dunia dan pertemanan masing- masing. Beberapa kali dia menggagu aku dan teman- teman sepermainanku saat kami sedang bermain bola bekel di kelas. Meskipun kadang mengesalkan, tapi aku selalu mengingat sosoknya sebagai anak yang lucu, berkulit putih, berambut ikal, dengan mata yang indah.

Pertama aku mulai berteman dengannya, ketika kita sama- sama baru memasuki masa seragam putih biru. Tak disangka kita ditempatkan di kelas yang sama lagi setelah masa sebelumnya 3 tahun berada di kelas yang sama. Aku mulai semakin mengenalnya yang ternyata begitu jenaka, menyenangkan, dan selalu membuat orang disekitarnya tertawa.

Di tingkat 2, perasaan suka memasuki hubungan pertemanan kami. Orang biasa menyebutnya cinta monyet. Dialah cowo pertama yang berani mencium pipiku. Tapi sayangnya keberanian itu memngiring kami kepada akhir dari hubungan yang super singkat itu. Aku yang saat itu masih begitu polos merasa ketakutan karena dicium.

Begitu memasuki masa putih abu- abu, aku dan dia berpisah jalan. Dia memilih sekolah negeri yang berbeda denganku dan kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri. Sekitar 6,5 tahun kita berpisah. Aku hanya tau sedikit kabarnya dari beberapa teman dan Friendster. Kadang kita suka saling sapa lewat internet, tapi itupun sangat jarang.

Saat aku baru akan memasuki tahun ke 4 kuliahku, aku betemu dengannya di Facebook entah mengapa dari situ kita jadi banyak saling bercerita tentang keadaan masing- masing hingga lupa waktu. Aku sangat menikmati pembicaraan kami. Dari pembicaraan- pembicaraan itu, kita rencana untuk bertemu, tapi aku malu. Aku takut kalau kita bertemu berdua, keadaan akan menjadi canggung. Karena itu akhirnya kita merencanakan untuk membuat reuni SD dan SMP.

Akhirnya setelah lama penantian (aku baru sadar saat itu bahwa selama ini aku sangat mendambakan untuk dapat bertemu lagi dengannya) kita ketemu juga. Wah.. waktu banyak merubah aku dan dia tapi tidak dengan sifat humorisnya. Saat aku melihatnya kembali, ada perasaan yang sangat besar untuk memeluknya, tapi tentu saja aku tahan.

Setelah pertemuan itu, hubungan kita semakin dekat dan memutuskan untuk bersama lagi. Aku jatuh cinta kepadanya. Ada sesuatu di dalam dirinya yang membuatku tidak dapat lagi berpaling kemanapun. Suatu keyakinan dan kepercayaan yang ceroboh sebenarnya. 6,5 tahun pasti bisa membuat seseorang banyak sekali berubah, dan seharusnya aku harus mengenalnya lebih jauh dulu. Tetapi tidak bisa, dorongan untuk ingin lebih dekat dengannya begitu besar, dan perasaan ini begitu indah.

Kini, aku dan dia menjalani suatu hubungan yang sangat indah. Aku percaya akan cintanya, cintanya kepadaku, dan ia pun percaya betapa aku mencintainya. Dulu aku tidak percaya dan tidak mengerti apa itu cinta. Tapi dia menghapus semua raguku. Aku tidak malu mengatakan cinta karena itu indah. Dan aku tidak akan menutupinya karena aku bangga memiliki rasa ini.

Cinta tidak dapat dicari, apalagi dipilih. siapa sangka, temanku sedari SD yang aku inginkan untuk menjadi tempat terakhirku berlabuh, dan menjadi orang yang kupercaya untuk aku cinta. Dia tak sempurna, begitu pula aku. Tapi dia ada untuk menyempurnakanku, aku aku pun percaya bahwa aku hadir kembali dalam hidupnya untuk menyempurnakannya.

Pertemuan kecil kadang terlupakan, tapi kita tak akan pernah tahu, takdir dapat membawa hal kecil menjadi sesuatu hal yang besar.

Terimakasih telah hadir kembali dalam hidupku
dan bersedia belajar bersamaku..

Aku sayang kamu.